Kamis, 21 Desember 2017

Pengertian dan Tujuan Penelitian

Penelitian adalah upaya untuk menyelidiki sesuatu dengan cara yang sistemaresearch" yang diambil dari Bahasa Inggris. Secara etimologi, kata "research" merupakan bentuk dari dari dua morfem yaitu "re" yang berarti "kembali" dan "to search" bermakna mencari. Jadi secara sederhana dapat dipahami bahwa research (penelitian) adalah kegiatan untuk mencari kembali suatu ilmu pengetahuan, terorganisasi, penuh kehati-hatian dan kritis guna mencari kebenaran faktual dalam rangka menentukan atau menyimpulkan sesuatu. Kata "penelitian" merupakan terjemahan dari kata "
Penyelidikan yang dilakukan dalam penelitian ini akan melahirkan suatu pengetahuan yang lebih kompleks dan mendalam tentang suatu peristiwa, perilaku,  teori, dalil, ataupun hukum, serta memberikan kesempatan untuk menerapkannya secara praktis dari pengetahuan yang didapatkan tersebut. Penelitian juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan sekumpulan data atau informasi yang menyeluruh yang berhubungan dengan suatu subjek atau objek tertentu, dan dikaitkan dengan hasil temuan dari suatu ilmu atau metode ilmiah.
Beberapa ahli turut memberikan definisi dari penelitian, di antaranya:
  1. Parson (1946), penelitian merupakan upaya pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis yang dilakukan pada masalah-masalah yang dapat dipecahkan.
  2. John (1949), penelitian adalah pencarian fakta berdasarkan metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antara fakta dalam melahirkan dalil atau hukum tertentu.
  3. Woody (1972), penelitian ialah suatu metode untuk menemukan sebuah pemikiran yang kritis. Penelitian berkaitan dalam hal pemberian definisi dan mendefinisi ulang terhadap masalah, merumuskan hipotesis, menarik kesimpulan, dan setidaknya melakukan pengujian yang hati-hati terhadap kesimpulan-kesimpulan yang diambil dalam menentukan apakah kesimpulan tersebut sesuai dengan hipotesis.
  4. Donald Ary (1982), menjelaskan penelitian sebagai penerapan pendekatan ilmiah dalam pengkajian sebuah masalah dalam rangka mendapatkan informasi yang bermanfaat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Dari definisi para tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah penelitian harus memiliki beberapa karakteristik, di antaranya adalah: sistematis, objektif, kehati-hatian, kritis, dan ilmiah.
Dilihat dari tujuannya, penelitian dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu  1) penelitian eksploratif, 2) penelitian deskriptif, serta 3) penelitian eksplanatif. Penelitian eksploratif dilakukan dalam rangka untuk menggali serta menemukan sebuah gejala atau fenomena yang relatif baru dan  belum pernah diketahui atau disadari sebelumnya. Contoh sederhana dari penelitian ini adalah  penelitian yang mencoba untuk menemukan jenis penyakit baru. Dalam kajian sosial, sebuah studi kelayakan adalah salah satu jenis penelitian yang berorientasi pada upaya mengeksplorasi suatu fenomena yang baru. Dikarenakan pembahasan yang akan diteliti adalah sesuatu hal yang baru, maka penelitian ini lebih bersifat kreatif, fleksibel, serta terbuka dari berbagai informasi yang ada. Akhir dari proses penelitian ini adalah dihasilkannya teori yang baru atau pengembangan dari teori yang sudah ada.
Penelitian deskriptif dilakukan untuk memberikan deskripsi atau gambaran yang lebih rinci mengenai sebuah gejala atau fenomena. Kesimpulan dari penelitian ini pada umumnya berupa tipologi atau pola dari fenomena yang menjadi pembahasan. Penelitian ini biasanya sebagai lanjutan dari penelitian eksploratif. Penelitian eksploratif yang sudah dilakukan sebelumnya telah menyimpulkan gagasan dasar sehingga penelitian deskriptif mencoba mengungkap fenomena tersebut secara lebih rinci.
Penelitian eksplanatif bertujuan untuk menemukan kesimpulan  yang dapat menjelaskan sebab suatu peristiwa atau gejala terjadi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah menemukan hubungan sebab-akibat. Penelitian ini berupaya untuk menghubungkan pola-pola yang berbeda tetapi diduga memiliki keterkaitan.
Dari uraian di atas, terlihat bahwa pemilihan jenis penelitian yang dlakukan ditentukan oleh tujuan dari dilakukannya penelitian tersebut. Tiap-tiap jenis penelitian mempunya kualitasnya masing-masing, kembali pada tujuan penelitian dan ketersediaan penjelasan atau teori yang telah membahas hal yang ingin diteliti sebelumnya. Saat penelitian dilakukan untuk memberikan gambaran saja dari sebuah fenomena, penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang tepat. Namun, apabila fenomena tersebut belum diketahui umum atau merupakan sesuatu hal yang baru, maka dilakukan penelitian eksploratif. Sementara itu, ketika ingin melihat keterkaitan suatu fenomena dengan gejala-gejala yang lain, penelitian eksplanatif merupakan pilihan yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar